Selasa, 24 Mei 2016

Perjalanan ke Sendang Ratu Kenya Wonogiri (survey)

Hallo pembaca budiman, jumpa lagi dengan kami. Kali ini para pembaca kami ajak berkisah tentang survey ke Wonogiri; Sendang Ratu Kenyo dan waduk gajah mungkur. Seperti biasa, ketika hendak mengajak keluarga besar berlibur, kami mengadakan survey terlebih dahulu. Berikut kisah bergambarnya.
Ibu dan Tunjung bersiap siap

Perempatan ring road Yogya, jalan ke Wonosari

Puncak piyungan terlihat dari Jalan Wonosari

Pemandangan di sisi jalan, perjalanan ke gunung kidul

Tiba di jalan sebelah DPRD Gunung Kidul

Pemandangan pegunungan selama perjalanan setelah Wonosari

Jalanan yang halus, pagi pagi jalan jalan, segar sekali.....

Gunung kidul yang indah, mari datang ke gunung kidul, jalannya tidak mengecewakan...

Bukit bukit di sepanjanng perjalanan

Tunjung tiba di pelataran parkir Gua Maria Sendang Ratu Kenya Wonogiri

Ibu dan Tunjung berpose di dekat sumur yang airnya sangat bening

Tunjung dan Ibu berphoto di depan Gua Maria Sendang Ratu Kenya Wonogiri

Di depan plakat peresmian

Di depan Kapel. Letaknya di tempat tinggi, eksotic untuk weding, ayo siapa mau nyoba...

Di depan gua buatan. Bisa dimasukin dan duduk duduk santai

Penampakan.....

siap siap... 1..2..3...jepret......

Tunjung jadi raksasa. Di depan salib Milenium

Di samping Pieta

Perjalanan ke waduk Gajah Mungkur. Sudah kelihatan....

Ibu dan Tunjung tiba di pintu masuk waduk

Mau beli udang, nila bakar atau goreng, tersedia....

Tersedia fasilitas perahu pedal. Tapi ternyata, hanya pas air tinggi saja. Kalau surut susah jalan...

Beli maem dulu, soto....

Perjalanan pulang lewat Klaten

Demikian para pembaca budiman, sajian kisah bergambar jalan jalan ke Wonogiri, semoga bermanfaat, menghibur dan menginspirasi. Sampai jumpa, terima kasih, dan tetap semangat!

Kamis, 19 Mei 2016

Perjalanan ke Gua Maria Tritis Gunung Kidul

Hallo pembaca budiman, selamat berjumpa dengan keluarga besar Andreas Suprono. Kali ini pembaca budiman akan kami sajikan kisah kami di Candi Hati Kudus Tuhan Yesus Ganjuran Bantul, pantai Kukup dan Gua Maria Tritis Gunung Kidul. Mohon maaf, fotonya sedikit dan kecil. Tapi tak apalah, mari kita saksikan.
Di pantai Kukup. Mandi......

Senangnya main pasir dan air.... Asin.....

Berani gak ya....kata Tunjung....Aih...ombaknya datang

Menunggu yang lain di kios kios sepanjang perjalanan ke Gua Tritis Gunung Kidul

Tak kenal lelah, Tunjung bernyanyi menghibur seluruh penumpang pesawat


Anaknya siapa ini ya......

Mejeng dulu di Candi Ganjuran. Pada serius?

Lha ini dia para pendekar Candi Ganjuran. Mas Marshel melirik apa ya kok malu malu....

Tunjung dan aurel berpose di depan Candi Ganjuran

Ini siapa ya?

Pose keluarga besar. Eh, Ibu bawa bedil apa itu ya...o....untuk menyangga kaki? Sakit ya......

Demikian pembaca budiman perjalanan kami ke Candi Ganjuran, Gua Tritis dan Pantai Kukup. Smoga menghibur dan tetap semangat!

Berlibur di Pantai Glagah Kulon Progo

Jumpa lagi dengan kami para pembaca budiman. Kali ini para pembaca budiman akan kami suguhi tentang Pantai Glagah yang mulai banyak berbenah. Selamat menikmati.

Tunjung siap-siap untuk pergi ke Pantai Glagah

Old man Corolla yang siap mengantar kami

Tunjung ditemani boneka baby pink nya sangat ceria. Tapi nanti dulu, ternyata Tunjung menahan sesuatu...kira kira apa ya.......

Sampai di Wates. Melihat tugu kuda ini, sempat membayangkan kalau patung kudanya diganti es krim, pasti banyak yang meleleh leleh dan berjubel orang di bawahnya bawa gelas... hi hi ....aneh aneh saja

Sampai di pintu masuk Pantai Glagah dan berbelok sedikit ke timur terdapat wahana Dermaga Wisata yang berupa dermaga perahu yang akan naik

Ini papan nama Dermaga Wisatanya. Tempatnya bagus dan luas, sayang sepi pengunjung. Paling tepat memang digunakan untuk camping. Di pantai Glagah terdapat muara sungai di sebelah timurnya. Sepanjang sungai sangat teduh rindang, banyak digunakan untuk memancing maupun sekedar bercengkerama

Dari pelataran parkir, untuk menuju pantai para pengunjung dilewatkan kios kios yang menjual aneka macam, makanan, souvernir pakaian, minuman dan bahkan kolam kolam kecil untuk anak anak pun banyak dijumpai di sana

Tanjung buatan yang dibangun di sepanjang muara sungai, sebelah barat dan timur, sekaligus dilengkapi dengan balok pemecah ombak. Para pengunjung dapat berjalan menuju ke arah laut yang lebih jauh 

Mampir ke kios kelapa muda sembari nebeng duduk. Kalau siang hari panas, susah cari tempat berteduh. Untung pas kami kemarin ke sana, cuaca mendung, sehingga tidak terlalu terik.

Para pengunjung bermain air dan pasir di bibir pantai, dapat dilihat dari kios tempat kami duduk

Pemandangan muara sungai / teluk buatan dilihat dari tanjung buatan

balok pemecah ombak, sengaja diletakkan sembarang

muara sungai, nampak begitu tenang

Pengunjung yang mulai ramai berjalan hilir mudik di tanjung buatan

Air laut bertemu air sungai, jadinya apa ya....

Tunjung yang berlarian di kala ombak besar datang menghantam teluk yang menciptakan cipratan air yang kadang kadang sampai ke pengunjung

Ombak besar pantai Glagah

Air laut yang datang memasuki teluk muara sungai

Empang di sebelah utara pantai, begitu tenang cocok untuk berperahu atau memancing, atau sekedar duduk duduk santai di tepiannya

Ada juga perahu pedal

Nah, ini bukannya Tunjung takut air manyunnya itu, tapi ternyata dari rumah tadi Tunjung menahan sakit perut. Malamnya sempat BAB terus karena kebanyakan makan mie instan. Maka, bagi adik adik semua, harap dikurangi makan mie instannya, jangan banyak banyak, ndak sakit perut. Makan boleh, tapi jangan banyak banyak ya. Setuju?


Old man Corolla sedang istirahat menunggu kami di parkiran. Mari pulang Co...

Sesampai di rumah, Tunjung dijilati Liko. Terus Lik, jangan beri ampun.....

Demikian para pembaca budiman, kisah kami pergi ke pantai Glagah. Semoga menghibur dan menginspirasi. Sampai jumpa di lain kesempatan, tetap semangat!